Selasa, 09 Desember 2014

Bisik Tembok Bisu

Entah, entah, entah tak tahu kenapa.
Enggan rasanya bernostalgia yang hanya membuat lara. Mengingat kembali masa kejayaan di mana yang ada hanya senyum bahagia, senang, ahh seperti tak punya susah. Dimana kau nakal namun tetap menang, saat kau tak harus jadi orang lurus namun tetap disegani atas prestasimu. saat kau muda, dimana kau belum mengenal betapa sungguh mengagumkanya lika-liku dunia. Kenangan ya hanya kenangan, dimana masa kemenangan beberapa tahun silam pernah hinggap di kehidupan ini. Bersyukurlah karna sudah pernah meencicipi kehidupan yang mudah dan menyenangkan di masa mudamu. Walau kini yang terjadi rentetan cerita klasik untuk para dewasa yang sudah harus memikirkan hidup. sudah datang waktunya untuk kamu memikirkan hidup dengan berteman sejuta peliknya dunia. Telah melambai-lambai pula kenyataan sang kala waktu yang berseru "hey kau sudah mulai menua", sudah datang waktunya untuk menghadapi si hidup yang sedikit pelit.
" Tak apa", bisiku malam ini pada tembok bisu. Kini kau sudah beranjak dewasa walau badanmu kecil, sudah saatnya kau mulai berfikir ala dewasa yang menatap benar dunia. Saat ini, kau harus ucapkan selamat akan suksesnya temanmu. Kau harus berjiwa ksatria, mengucapkan selamat tanpa ragu. Hilangkan apa itu sifat pribumi yang sudah menderamu bahkan bangsamu yang hanya merasa bahagia dikala kau lebih bahagia dari lainnya. Sudah bukan jamannya lagi iri hati dengan teman yang jauh lebih sukses darimu, kemudian merasa nestapa karnanya. Ini saat dimana kamu harus mengakui bahwa dia hebat, dan kau juga harus ikut bahagia. Apa susahnya memberi senyum dan merasa bahagia? Toh kamu juga tak akan kehilangan suksesmu nanti dengan ikut tersenyum melihatnya.
tahu kan sekarang yang perlu kau lakukan sekarang ini : ikut bahagia jangan menyimpan dengki, lekuk lembah hidup itu indah jadi nikmati, dirimu semakin tua nak, maka perbaiki" ~bisik nasihat tembok bisu pada malam ini, untuku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar